Kamis, 23 Mei 2013

~~Evil, SARANGHAE!!~~[PART 1]


Author: Irsa Fitra Nuzulia
Cast:
-           Lee Hyukjae a.k.a Eunhyuk
-          Choi Je Soo
-          Kang Ji yoo 
Other Cast:
-          Kim Yu Ra
-          Park Yoon Ah (eomma Je Soo)
*Ini ff pertama saya yang berani saya post. Ff ini terinspirasi dari drama serial Taiwan berjudul “Devil Beside You”, jadi terdapat banyak kesamaan cerita dalam ff ini. Gomawo uda nyepetin baca ff abal-abal ini. Mohon kritik dan saran yang membangun untuk ff ini. RCL dari readers ditunggu yah. Don’t be a silent reader ^^.
Happy reading J *bow*

~Je Soo pov
“Eunhyuk-ssi, aku ingin mengatakan bahwa, bahwa kau orang pertama yang kusuka. Saranghae Lee Hyukjae”
“Aku tak menyangka kau mengucapkan ini padaku, seharusnya aku yang mengucapkan terlebih dulu. Kurasa aku sudah lebih dulu mencintaimu. Je Soo, maukah kau menjadi yeoja chinguku.”
Kupeluk tubuhnya erat. Kurasakan bagai terbang ke awan, tak mampu kuungkapkan dengan kata-kata kebahagian ku saat ini. #lebe
“Je Soo-ah, Je Soo-ah,” panggil Ji yoo.
Bruukk…
Aku terkejut ketika sebuah buku mendarat di mejaku.
“Enak ya tidur di kelas??” songsaengnim membentakku.
Huuuft…
Aku melihatnya, aku melihatnya tersenyum kearahku. Senyumannya membuatku melayang lagi.
Aigooo… kenapa ia begitu tampan????
Je Soo pov end~
Bel keluar kelas berbunyi.. Semua mahasiswa keluar dari kelas.
~Author Pov
“Ya, Je Soo-ah, apa kau memimpikannya tadi??? Ku lihat kau semakin lama semakin parah, ” ujar Ji Yoo pada Je Soo.
“Apa yang kau mimpikan?? Apa kalian…..??” Yu Ra ikut-ikutan.
 “Aku berhasil mengungkapkan cintaku padanyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa,” teriak Je Soo.
Ji Yoo dan Yu Ra mendekati Je Soo.
“Tapi tidak pada kenyataannya kan??? (-,-“)
“Aku belum berani…”
“Trus mau tunggu setan lewat bawa pulang dia ke Surga??” Ji Yoo mulai kesal.
“Ayoolah Je Soo, kami yakin kau pasti bisa. Wajahmu gak cantik-cantik amat sihh, tapi hatimu kan sebening salju,” Yu Ra ngomong santai.
“(-,-) kau ini. Baiklah… Tapi apa kalian yakin aku sungguh bisa??” Je Soo memelas.
“FIGHTING!!” ujar Ji Yoo dan Yu Ra menyemangati.
Author Pov end~

~Je Soo pov
Kenapa tubuhku jadi bergetar tidak karuan seperti ini..
Ohh itu dia Eunhyuk aku harus memberikan surat ini kepadanya, wah wah wah ia berjalan ke arahku. Mana mana mana dompetku?? Aishh kenapa aku malah mencari dompet, mana suratku? Ah ini dia. Aigoo dia semakin mendekat, tapi kenapa tiba-tiba udara jadi -50 derajat begini, oh tuhan aku serasa membeku. Aku tidak sanggup memberikannya, sebaiknya tidak kuberikan saja. Andwaee.. surat ini harus sampai ketangannya. Aku harus memberikannya.
 “Eunhyuk-ssi. Saranghae. Neomu neomu neomu saranghae. Ku mohon jadilah namja chinguku,” ungkapku sambil menyodorkan surat berbalut amplop pink itu.
Tak ada jawaban darinya, apa ia punya perasaan yang sama juga denganku sehingga ia pun tak  mampu berkata-kata. Ku dongakkan wajahku dan….
Ia melewatiku begitu saja, berarti siapa yang ada didepanku???
Andwaeeeeee…
Aku berlari sekencang mungkin..
Je Soo pov end~

~Author pov
“Pantas orang bilang mimpi itu terbalik dari kenyataan. Mana ada orang yang mengatakan isi hatinya pada orang yang salah?” ungkap Ji Yoo.
“Itu tadi karena aku terlalu gugup, serasa berada di kutub utara cin >,<” ungkap Je Soo.
“Apakah kau seidiot itu Je Soo-ah???” ucap Ji Yoo.
“Apalagi orang itu adalah seorang iblis berwujud manusia,” Yu Ra menakut-nakuti.
“Aku tidak tertarik dengan iblis itu, tampaknya ia sangat sombong”, sahut Je Soo.
“Je Soo-ah, sebaiknya kau mengenalnya, kabarnya dia anak satu-satunya komisaris kita. Karena didukung ayahnya, dia belajar kesenian. Yang paling celaka, dia jelas-jelas seorang pelajar bermasalah masih disukai para wanita. Di internet dia dijuluki Evil Prince,” ungkap Ji Yoo.
“Aigooo… aku benar-benar sial,” Je Soo mengeluh.
“Setidaknya kau belum dicampakkan Eunhyuk, kau harus berjuang Je Soo-ah” ungkap Ji Yoo
“Ne, arasso. Tapi..??”
“Wae???” Tanya Ji Yoo bingung.
“Dimana suratku??”
“Loh koq nanya kita siihhh???” tanya Yu Ra.
“Suratku hilaaaaaaaaaang!!!”
Author pov end~

~Je Soo pov
Kemana surat itu?? Kenapa tidak ada lagi disini?? Apa mungkin tertiup angin dan jatuh ke rumput??
“Kau sedang mencari sesuatu?? Cari apa?? Bisa ku bantu??” ujar seorang namja.
“Aku sedang mencari surat”
Kulihat wajah orang yang menawarkan bantuan padaku dan ternyata orang itu adalah
“Annyeong^^ Aku Eunhyuk, semester ini kita belajar statistic bersama. Kau mencari apa tadi??”
“Ah ah ah i i itu aku mencari anting, ya antingku terjatuh disini”
Huufft
Kenapa aku jadi mau ke kamar kecil, ahhhhh aku sungguh gugup berjumpa dengannya.
“Ayoo kita cari lagi,”
“Ne, gomawo”
Dadaku serasa ditimpa 1000kg beras.
Andwae, ia menatap ke arahku, tatapannya semakin lama semakin tajam. Ia mendekatiku, wajahnya mengarah ke wajahku, terasa hangat hembusan nafasnya. Aku menutup mata, dan…
“Ada ulat dijaketmu, tapi sudah kubuang koq”
“hahh??? Ne, gomawo”
Aissshhh, apa sih yang kupikirkan. Dasar, mana mungkin ia mau menciumku. L
“Sudah sore, sebaiknya segera cepat pulang! Aku duluan yaa, cari lagi antingmu besok”
“Ne ne, sekali lagi gomawo atas bantuannya. Eunhyuk-ssi. Namaku ….”
“Je Soo, Choi Je Soo.”
“Aah. Ne, annyeooong”
“Annyeong”
Dia tahu namaku. Ye ye ye ye ye , Eunhyuk tau namaku …………
Je Soo pov end~
~Author pov
Sepasang mata terus memperhatikan Je Soo dan Eunhyuk. Tampak wajah cemburu disana.
“Aiishh.. Kenapa ia tampak gembira sekali berbicara dengan kapten basket itu?” ujarnya dalam hati.
Author pov end~
~Je Soo pov
(Di perjalanan pulang)
Dia berinisiatif bicara denganku, dia tau namaku. Aku tersenyum-senyum sendiri. Hp-ku berdering.
I’ll keep on feelin’ every time
Kokora niha kimi gairu
Baby don’t cry it snow white now
Futari deitaiyo
Ahh, Ji yoo menelepon.
“Annyeong”
“Annyeong, Je Soo, apa kau sudah menemukan suratmu??” terdengar suara Ji Yoo di ponselku.
“Aniya”
“Masih belum ketemu? Gwaenchana, besok dicari lagi. OK. Annyeong.” Ji yoo menutup telepon.
Aigoooo, semoga surat itu diterbangkan angin topan sampai ke Indonesia. Tapi untung juga, jika bukan karena mencari surat aku tidak akan berbicara dengan Eunhyuk. \(>,<)/ \(>,<)/\(>,<)/. Eomma dimana ya? Apakah sudah pulang kerja?? Akhir-akhir ini aku sering melihat eomma melamun. Eomma kenapa ya?
“Aaaaaaaauu… Tanganku sakit sekali,” eomma menjerit kesakitan.
“Eomma wae??”
“Tangan eomma teriris pisau T________T”
“Kenapa eomma tidak hati-hati?? Apa belakangan ini eomma sedang ada masalah?? Kulihat akhir-akhir ini eomma sering melamun” tanyaku menginterogasi eomma.
Eomma menggeleng.
“Ada tidaaakk??”
“Eo eo eomma..”
“Dulu bukankah eomma bilang tidak ada rahasia diantara kita?”
“Je Soo. Mianhae. Eomma bukan sengaja.”
“Sebenarnya ada apa? Kita selesaikan bersama.”
“Eomma.. Eomma menyukai seseorang.”
“Mwoo?? Eomma bilang apa? Ternyata karena menyukai seseorang? Aku tidak menyangka kalau eomma sedang pacaran. Apa orang itu sudah beristri? Eomma orang ketiga, eomma menghancurkan pernikahan orang lain?”
“Andwaee Je Soo-ah. Dia pernah menikah, tapi sudah bercerai.”
“Bagaimana kalian bisa berkenalan? Berapa lama kalian bersama?”
“Sejak ia datang ketempatku bekerja” eomma tersenyum-senyum sendiri.
 “Sejak ayah meninggal aku tidak pernah melihat ekspresi eomma seperti itu,”
“Mianhae.”
“Eommaa.. Sudah seharusnya mencari orang yang baik dan pacaran. Jika ia memang menyayangi eomma, aku pasti akan mendukung.”
“Jeongmal Je Soo-ah? Aaaaa aaaa eomma senang sekali.”
Sejak appa meninggal aku tidak pernah melihat eomma sebahagia ini. ^^
 Je Soo pov end~

Keesokan harinya di kampus
~Author pov
“Hei.. Bukankah ada barangmu yang tertinggal padaku??” ucap seorang namja.
“Hah?? Suara siapa itu?? Barangku?? Apakah … ??” pikir Je Soo.
“KAU?????”

*TBC*
Gimana readers? Aneh yaa? RCL ditunggu^^. Mianhae kalo banyak typo’nya.
Gamsahamnida ^^