Jumat, 24 Mei 2013
Kamis, 23 Mei 2013
~~Evil, SARANGHAE!!~~[PART 1]
Author: Irsa Fitra Nuzulia
Cast:
-
Lee
Hyukjae a.k.a Eunhyuk
-
Choi Je Soo
-
Kang Ji yoo
Other
Cast:
-
Kim Yu Ra
-
Park Yoon Ah (eomma Je Soo)
*Ini
ff pertama saya yang berani saya post. Ff ini terinspirasi dari drama serial
Taiwan berjudul “Devil Beside You”, jadi terdapat banyak kesamaan cerita dalam
ff ini. Gomawo uda nyepetin baca ff abal-abal ini. Mohon kritik dan saran yang
membangun untuk ff ini. RCL dari readers ditunggu yah. Don’t be a silent reader
^^.
Happy
reading J *bow*
~Je
Soo pov
“Eunhyuk-ssi,
aku ingin mengatakan bahwa, bahwa kau orang pertama yang kusuka. Saranghae Lee
Hyukjae”
“Aku
tak menyangka kau mengucapkan ini padaku, seharusnya aku yang mengucapkan
terlebih dulu. Kurasa aku sudah lebih dulu mencintaimu. Je Soo, maukah kau
menjadi yeoja chinguku.”
Kupeluk tubuhnya erat. Kurasakan bagai
terbang ke awan, tak mampu kuungkapkan dengan kata-kata kebahagian ku saat ini.
#lebe
“Je
Soo-ah, Je Soo-ah,” panggil Ji yoo.
Bruukk…
Aku
terkejut ketika sebuah buku mendarat di mejaku.
“Enak
ya tidur di kelas??” songsaengnim membentakku.
Huuuft…
Aku melihatnya, aku melihatnya tersenyum
kearahku. Senyumannya membuatku melayang lagi.
Aigooo… kenapa ia begitu tampan????
Je
Soo pov end~
Bel
keluar kelas berbunyi.. Semua mahasiswa keluar dari kelas.
~Author
Pov
“Ya,
Je Soo-ah, apa kau memimpikannya tadi??? Ku lihat kau semakin lama semakin
parah, ” ujar Ji Yoo pada Je Soo.
“Apa
yang kau mimpikan?? Apa kalian…..??” Yu Ra ikut-ikutan.
“Aku berhasil mengungkapkan cintaku padanyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa,”
teriak Je Soo.
Ji
Yoo dan Yu Ra mendekati Je Soo.
“Tapi
tidak pada kenyataannya kan??? (-,-“)
“Aku
belum berani…”
“Trus
mau tunggu setan lewat bawa pulang dia ke Surga??” Ji Yoo mulai kesal.
“Ayoolah
Je Soo, kami yakin kau pasti bisa. Wajahmu gak cantik-cantik amat sihh, tapi
hatimu kan sebening salju,” Yu Ra ngomong santai.
“(-,-)
kau ini. Baiklah… Tapi apa kalian yakin aku sungguh bisa??” Je Soo memelas.
“FIGHTING!!”
ujar Ji Yoo dan Yu Ra menyemangati.
Author
Pov end~
~Je
Soo pov
Kenapa tubuhku jadi bergetar tidak
karuan seperti ini..
Ohh itu dia Eunhyuk aku harus memberikan
surat ini kepadanya, wah wah wah ia berjalan ke arahku. Mana mana mana
dompetku?? Aishh kenapa aku malah mencari dompet, mana suratku? Ah ini dia.
Aigoo dia semakin mendekat, tapi kenapa tiba-tiba udara jadi -50 derajat
begini, oh tuhan aku serasa membeku. Aku tidak sanggup memberikannya, sebaiknya
tidak kuberikan saja. Andwaee.. surat ini harus sampai ketangannya. Aku harus
memberikannya.
“Eunhyuk-ssi. Saranghae. Neomu neomu neomu
saranghae. Ku mohon jadilah namja chinguku,” ungkapku sambil menyodorkan surat
berbalut amplop pink itu.
Tak ada jawaban darinya, apa ia punya
perasaan yang sama juga denganku sehingga ia pun tak mampu berkata-kata. Ku dongakkan wajahku
dan….
Ia melewatiku begitu saja, berarti
siapa yang ada didepanku???
Andwaeeeeee…
Aku berlari sekencang mungkin..
Je
Soo pov end~
~Author
pov
“Pantas
orang bilang mimpi itu terbalik dari kenyataan. Mana ada orang yang mengatakan
isi hatinya pada orang yang salah?” ungkap Ji Yoo.
“Itu
tadi karena aku terlalu gugup, serasa berada di kutub utara cin >,<”
ungkap Je Soo.
“Apakah
kau seidiot itu Je Soo-ah???” ucap Ji Yoo.
“Apalagi
orang itu adalah seorang iblis berwujud manusia,” Yu Ra menakut-nakuti.
“Aku
tidak tertarik dengan iblis itu, tampaknya ia sangat sombong”, sahut Je Soo.
“Je
Soo-ah, sebaiknya kau mengenalnya, kabarnya dia anak satu-satunya komisaris
kita. Karena didukung ayahnya, dia belajar kesenian. Yang paling celaka, dia
jelas-jelas seorang pelajar bermasalah masih disukai para wanita. Di internet
dia dijuluki Evil Prince,” ungkap Ji Yoo.
“Aigooo…
aku benar-benar sial,” Je Soo mengeluh.
“Setidaknya
kau belum dicampakkan Eunhyuk, kau harus berjuang Je Soo-ah” ungkap Ji Yoo
“Ne,
arasso. Tapi..??”
“Wae???”
Tanya Ji Yoo bingung.
“Dimana
suratku??”
“Loh
koq nanya kita siihhh???” tanya Yu Ra.
“Suratku
hilaaaaaaaaaang!!!”
Author
pov end~
~Je
Soo pov
Kemana surat itu?? Kenapa tidak ada
lagi disini?? Apa mungkin tertiup angin dan jatuh ke
rumput??
“Kau
sedang mencari sesuatu?? Cari apa?? Bisa ku bantu??” ujar seorang namja.
“Aku
sedang mencari surat”
Kulihat wajah orang yang menawarkan
bantuan padaku dan ternyata orang itu adalah
“Annyeong^^
Aku Eunhyuk, semester ini kita belajar statistic bersama. Kau mencari apa
tadi??”
“Ah
ah ah i i itu aku mencari anting, ya antingku terjatuh disini”
Huufft
Kenapa aku jadi mau ke kamar kecil,
ahhhhh aku sungguh gugup berjumpa dengannya.
“Ayoo
kita cari lagi,”
“Ne,
gomawo”
Dadaku serasa ditimpa 1000kg beras.
Andwae, ia menatap ke arahku,
tatapannya semakin lama semakin tajam. Ia mendekatiku, wajahnya mengarah ke
wajahku, terasa hangat hembusan nafasnya. Aku menutup mata, dan…
“Ada
ulat dijaketmu, tapi sudah kubuang koq”
“hahh???
Ne, gomawo”
Aissshhh, apa sih yang kupikirkan.
Dasar, mana mungkin ia mau menciumku. L
“Sudah
sore, sebaiknya segera cepat pulang! Aku duluan yaa, cari lagi antingmu besok”
“Ne
ne, sekali lagi gomawo atas bantuannya. Eunhyuk-ssi. Namaku ….”
“Je
Soo, Choi Je Soo.”
“Aah.
Ne, annyeooong”
“Annyeong”
Dia tahu namaku. Ye ye ye ye ye ,
Eunhyuk tau namaku …………
Je
Soo pov end~
~Author
pov
Sepasang
mata terus memperhatikan Je Soo dan Eunhyuk. Tampak wajah cemburu disana.
“Aiishh..
Kenapa ia tampak gembira sekali berbicara dengan kapten basket itu?” ujarnya
dalam hati.
Author
pov end~
~Je
Soo pov
(Di
perjalanan pulang)
Dia berinisiatif bicara denganku, dia
tau namaku. Aku tersenyum-senyum sendiri. Hp-ku berdering.
I’ll
keep on feelin’ every time
Kokora
niha kimi gairu
Baby
don’t cry it snow white now
Futari
deitaiyo
Ahh, Ji yoo menelepon.
“Annyeong”
“Annyeong,
Je Soo, apa kau sudah menemukan suratmu??” terdengar suara Ji Yoo di ponselku.
“Aniya”
“Masih
belum ketemu? Gwaenchana, besok dicari lagi. OK. Annyeong.” Ji yoo menutup
telepon.
Aigoooo, semoga surat itu diterbangkan
angin topan sampai ke Indonesia. Tapi untung juga, jika
bukan karena mencari surat aku tidak akan
berbicara dengan Eunhyuk. \(>,<)/ \(>,<)/\(>,<)/. Eomma
dimana ya? Apakah sudah pulang kerja?? Akhir-akhir ini aku sering melihat eomma
melamun. Eomma kenapa ya?
“Aaaaaaaauu…
Tanganku sakit sekali,” eomma menjerit kesakitan.
“Eomma
wae??”
“Tangan
eomma teriris pisau T________T”
“Kenapa
eomma tidak hati-hati?? Apa belakangan ini eomma sedang ada masalah?? Kulihat
akhir-akhir ini eomma sering melamun” tanyaku menginterogasi eomma.
Eomma menggeleng.
“Ada
tidaaakk??”
“Eo
eo eomma..”
“Dulu
bukankah eomma bilang tidak ada rahasia diantara kita?”
“Je
Soo. Mianhae. Eomma bukan sengaja.”
“Sebenarnya
ada apa? Kita selesaikan bersama.”
“Eomma..
Eomma menyukai seseorang.”
“Mwoo??
Eomma bilang apa? Ternyata karena menyukai seseorang? Aku tidak menyangka kalau
eomma sedang pacaran. Apa orang itu sudah beristri? Eomma orang ketiga, eomma
menghancurkan pernikahan orang lain?”
“Andwaee
Je Soo-ah. Dia pernah menikah, tapi sudah bercerai.”
“Bagaimana
kalian bisa berkenalan? Berapa lama kalian bersama?”
“Sejak
ia datang ketempatku bekerja” eomma tersenyum-senyum sendiri.
“Sejak ayah meninggal aku tidak pernah melihat
ekspresi eomma seperti itu,”
“Mianhae.”
“Eommaa..
Sudah seharusnya mencari orang yang baik dan pacaran. Jika ia memang menyayangi
eomma, aku pasti akan mendukung.”
“Jeongmal
Je Soo-ah? Aaaaa aaaa eomma senang sekali.”
Sejak appa meninggal aku tidak pernah
melihat eomma sebahagia ini. ^^
Je Soo pov end~
Keesokan
harinya di kampus
~Author
pov
“Hei..
Bukankah ada barangmu yang tertinggal padaku??” ucap seorang namja.
“Hah??
Suara siapa itu?? Barangku?? Apakah … ??” pikir Je Soo.
“KAU?????”
*TBC*
Gimana
readers? Aneh yaa? RCL ditunggu^^. Mianhae kalo banyak typo’nya.
Gamsahamnida
^^
Langganan:
Postingan (Atom)
